Jangan Berolah Raga Bila Anda Dalam 7 Kondisi Ini

Olahraga itu baik untuk kesehatan. Tapi sayangnya, hal itu tidak selalu dilakukan dengan baik oleh semua orang. Bagi beberapa orang dengan kondisi tertentu jangan berolahraga dulu, karena dengan melakukan aktifitas olahraga justru bisa memperparah kondisi atau memperparah rasa sakit yang Anda alami.
Jangan Berolah Raga Bila Anda Dalam 7 Kondisi Ini

Lantas, kondisi apa yang membuat Anda untuk jangan berolahraga dulu?

Jangan BerolahRaga Bila Anda Dalam 7 Kondisi Ini

1. Demam

Jangan berolahraga jika merasa tidak sehat, meski hanya demam. Demam terjadi saat sistem kekebalan tubuh bekerja keras melawan infeksi. Sementara itu, olahraga juga bisa memberi tekanan lebih pada sistem kekebalan tubuh. Inilah sebabnya, berolahraga saat demam justru akan memperburuk penyakit Anda.

Berolahraga saat demam juga sering menjadi penyebab utama cedera, karena dalam kondisi ini Anda menjadi lebih sulit berkonsentrasi.

2. Pilek dan flu

Selain demam, Anda juga tidak dianjurkan berolahraga saat sedang demam dan flu. Dalam keadaan normal, olahraga memang akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, namun situasinya berubah saat Anda sedang flu atau flu.

Pasalnya, olahraga justru akan membuat tubuh jadi lemah sehingga sulit dipulihkan. Apalagi jika flu yang dialami juga disertai demam, kondisi Anda pasti akan bertambah parah jika ditambah dengan olahraga.

3. Asma

Jika serangan asma disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan, Anda tidak boleh berolahraga selama beberapa hari dan memeriksakan diri ke dokter jika gejalanya menetap. Jika dokter Anda melihat asma terkendali, maka Anda harus berolahraga.

Namun, jangan langsung berolahraga dengan intensitas tinggi. Ada baiknya mulai berolahraga perlahan dengan pemanasan selama 10 menit. Segera hentikan latihan jika Anda tidak bisa bernapas atau merasa lelah dan lemas.Yang terpenting, selalu bawa inhaler atau obat lain jika terjadi asma kambuh setiap saat.

4. Cedera tua yang kambuh

Jika luka yang lama tiba-tiba kambuh lagi, Anda harus segera menunda olahraga dan menemui dokter. Karena kelainan ini biasanya bukan pertanda baik, apalagi jika rasa sakit terus dialami saat beraktivitas.

Dalam banyak kasus, rasa sakit mendadak mungkin memerlukan perhatian medis segera, terutama jika sumber rasa sakit berada di tempat di mana sebelumnya telah terluka.

5. Kurang tidur dan kelelahan

Jika Anda tidak tidur nyenyak semalam, atau bahkan belum tidur dua atau tiga hari yang lalu karena mengejar proyek perkantoran, sebaiknya jangan berolahraga dulu. Tubuh yang telah mengalami stres dan kelelahan akan semakin nge drop saat diajak berolahraga. Istirahat sebelum memulai rutinitas olahraga Anda lagi. Jika perlu, temui dokter terlebih dahulu. Alasannya, kelelahan ekstrem bisa jadi pertanda penyakit.

6. hamil

Tanyakan kepada dokter Anda tentang program olahraga yang aman selama kehamilan. Yoga, berenang, berjalan, dan olahraga dengan intensitas rendah bisa sangat bermanfaat selama kehamilan. Pastikan untuk menyimpan cukup asupan air, istirahat yang cukup, dan hindari panas. Hindari latihan yang menekan punggung dan perut.

7. Keadaan lain

Anda juga seharusnya tidak berolahraga jika baru saja menjalani operasi atau cedera parah. Dalam keadaan seperti itu, tubuh butuh waktu untuk pulih. Sementara melakukan olahraga justru akan memberi tekanan pada tubuh yang pada akhirnya bisa memperburuk kondisi.

Tidak hanya itu, beberapa orang yang memiliki penyakit kronis juga tidak dianjurkan berolahraga. Tetapi jika Anda ingin terus berolahraga, sebaiknya berkonsultasilah terlebih dahulu ke dokter agar mendapatkan pilihan jenis olahraga yang tepat sesuai dengan keadaan Anda.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel