Menkes: Pejabat Kementerian Kesehatan Tidak Boleh Gemuk

Apakah Anda mengalami penyakit obesitas? Atau keluarga maupun teman disekitar Anda? Salah satu penyakit mematikan ini telah mengancam berbagai negara, salah satunya yaitu di negara kita sendiri yaitu Indonesia. Namun perlu Anda ketahui, salah satu penanganan kegemukan yang dilakukan Kementerian Kesehatan ialah menyuruh pejabat Kementerian Kesehatan untuk tidak boleh gemuk. Ingin tahu informasi lebih lengkapnya? Simak artikel berikut ini yang akan membahas lengkap mengenai pejabat Kementerian Kesehatan tidak boleh gemuk.

Permasalahan gizi di Indonesia


Negara Indonesia dalam permasalahan gizi memanglah unik. Negara yang berpenduduk hampir 250 juta jiwa ini sedang mengalami permasalahan gizi ganda. Permasalahan gizi gAnda yang dimaksud ialah ada sebagian masyarakat Indonesia yang mengalami gizi buruk atau kekurangan gizi, dan ada sebagian lagi yang mengalami kegemukan (obesitas) atau kelebihan gizi.

Obesitas telah meresahkan negara-negara maju dikarenakan tingginya jumlah penduduk yang mengalami berat badan berlebihan. Namun saat ini, kegemukan juga telah menyerang negara Indonesia yang menjadi masalah baru dikarenakan sebagai negara berkembang.

Nafsiah selaku Menteri Kesehatan ingin negara Indonesia untuk menjadi negara dengan gizi yang seimbang dan harus mampu mengatasi permasalahan gizi ganda. Nafsiah juga menuturkan bahwa kelebihan gizi yang mengakibatkan kegemukan merupakan resiko utama penyebab PTM (Penyakit Tidak Menular). PTM sendiri merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, yang disebabkan seperti diabetes, penyakit jantung, kanker, dan tekanan darah tinggi.

Pejabat Kementerian Kesehatan tidak boleh gemuk

Tahukah Anda Menteri Kesehatan Nafsiah telah memberi peringatakan keras untuk pegawainya tidak boleh gemuk? Ya benar, Menkes Nafsiah pernah mengatakannya saat menyambut Hari Gizi Nasional 2013. Bahkan yang sudah gemuk pun, pejabat diharuskan untuk menurunkan berat badannya.

Untuk pejabat Kementerian Kesehatan, Nafsiah menegaskan secara khusus agar menjadi teladan bagi masyarakat. Hal ini juga dilakukannya karena ia tidak ingin pegawainya meninggal yang diakibatkan dari penyakit yang muncul karena obesitas. Peringatan keras untuk pegawainya ini bukan main – main. Ia pun sebisanya juga diterapkan untuk seluruh PNS sektor Kesehatan Pusat dan Daerah lainnya.

Nafsiah sendiri juga menyadari bahwa dirinya juga mengalami kelebihan berat badan. Hal itu ia ketahui saat mengecek body mass index (BMI) yang hasilnya menyatakan dirinya mengalami obesitas. Ia juga mengatakan bahwa dirinya harus menurunkan berat badan agar badannya tetap sehat bugar dan tak ingin mati karena kegemukan selama menjadi Menteri Kesehatan.

Bahaya Kegemukan bagi Kesehatan

Bahaya Kegemukan bagi Kesehatan

Kegemukan atau obesitas merupakan suatu kondisi dimana tubuh memiliki kadar lemak yang berlebihan sehingga badan menjadi gemuk atau memiliki kelebihan berat badan. Memang benar bahwa sebenarnya setiap tubuh pada manusia harus memiliki sejumlah lemak untuk menyimpan suatu energi dan lainnya, namun jika jumlahnya melebihi dari batas wajar, maka lemak akan menimbun dalam tubuh dan akan merugikan metabolisme tubuh.

Seseorang dikatakan mengalami obesitas apabila badan baran yang dimilikinya mencapai 15% leboh berat dari berat badan ideal. Berikut beberapa tingkatan obesitas yang dapat Anda ketahui.

1. Obesitas ringan
Tingkatan ini kelebihan berat badan yang dimiliki mencapai 20% hingga 40%.
2. Obesitas sedang
Tingkatan ini kelebihan berat badan yang dimiliki mencapai 41% hingga 100%.
3. Obesitas berat
Tingkatan ini kelebihan berat badan yang dimiliki lebih dari 100%.

Jika Anda mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, efek yang ditimbulkan tidak hanya sekedar mempengaruhi lebar pinggang, tetapi juga memberikan efek yang lebih buruk. Berikut beberapa masalah serius yang akan terjadi akibat dari obesitas.

Gangguan otak

Menurut beberapa penelitian, pada sejumlah kasus obesitas ada yang membahayakan otak. Berikut beberapa efek yang mempengaruhi otak akibat obesitas.

Kecanduan makan

Menurut penelitian, obesitas dapat mengubah pola makan seseorang secara otomatis. Apabila hal ini terjadi, berat badan seseorang akan bertambah dikarenakan otak membutuhkan kepuasan oleh makanan, terutama makanan yang manis dan berlemak.

Demensia

Inflamasi yang diakibatkan oleh obesitas, hal tersebut ternyata dapat membuat tubuh dan pikiran mudah mengalami stress. Ukuran otak juga dapat mengecil akibat dari adanya lemak di perut sehingga resiko mengalami demensia pun dapat meningkat. Demensia merupakan suatu sindrom yang berkaitan dengan penurunan fungsi pada otak.

Kinerja sistem imun berubah

Resiko inflamasi yang diakibatkan oleh obesitas akan menjadi meningkat. Hal ini akan mempengaruhi otak dan bisa menghancurkan beberapa bagiannya yang akan membuat suasana hati mudah berubah dan menjadi sulit untuk menghentikan kebiasaan makan yang berlebihan.

Merusak memori

Suatu hormon yang dihasilkan oleh lemak dalam tubuh dapat menyebabkan inflamasi sehingga bagian kognitifnya akan berpengaruh dan mengakibatkan seseorang menjadi hilang ingatan.

Penyakit jantung

Obesitas juga dapat memicu terjadinya serangan jantung. Hal ini dikarenakan lemak yang berlebih dapat menutupi pembuluh darah pada jantung hingga menyebabkan penyumbatan. Apabila hal ini terjadi, maka serangan jantung akan menjadi jantung koroner. Berikut beberapa gejala penyakit jantung akibat obesitas.
  • Mengalami sakit pada bagian dada seperti ditekan.
  • Mengalami sakit yang menjalar ke leher seperti tercekik hingga ke lengan bagian kiri.
  • Mengalami sakit pada bagian ulu hati.
  • Mengalami kembung.
  • Memiliki denyut nadi yang lemah.
  • Mengeluarkan keringan dalam waktu yang cepat dan dalam jumlah yang banyak.

Hipertensi

Obesitas memiliki hubungan erat dengan penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi). Seringnya mengonsumsi makanan penyebab hipertensi seperti kolesterol dan lemak dapat memicu terjadinya penyempitan pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan darah menjadi naik. 

Penyakit hipertensi

Penyakit hipertensi dibagi menjadi dua macam, yaitu:

Hipertensi primary

Merupakan tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh faktor lingkungan dan gaya hidup.

Hipertensi secondary

Merupakan tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh suatu penyakit yang diderita, seperti gagal jantung, gagal jantung, dan kerusakan sistem hormon pada tubuh.

Berikut beberapa gejala yang sering dialami oleh seseorang yang menderita hipertensi, seperti:
  • Merasa pusing atau sakit kepala.
  • Merasa pegal.
  • Merasa ingin jatuh atau oleng.
  • Telinga terasa berdengung.
  • Detak jantung berdegup cepat dan berdebar-debar.

Gangguan saluran pernapasan

Terjadinya penimbunan lemak yang berlebihan di bagian bawah diafragma dan dinding dada sehingga menekan paru – paru pada seseorang dapat menyebabkan terjadinya gangguan saluran pernapasan. Jikal hal ini dibiarkan, maka orang tersebut akan mengalami kesulitan bernapas. Gangguan pernapasan ini juga bisa terjadi saat tidur dan bisa menyebabkan pernapasan akan berhenti untuk sementara (obstructive sleep apnea).

Diabetes

Pada penderita obesitas, insulin tidak dapat berfungsi secara maksimal untuk membantu sel – sel untuk menyerap glukosa dalam tubuh. Hal ini diakibatkan oleh insulin yang dihasilkan oleh pankreas terganggu akibat komplikasi – komplikasi obesitas. Dikarenakan insulin tidak berfungsi maksimal, maka pankreas tetap berusaha menghasilkan insulin lebih banyak hingga kemampuannya pun semakin berkurang untuk menghasilkan insulin. Hal ini merupakan konsidi yang namanya resistensi insulin.

Resistensi insulin merupakan salah satu faktor penyebab seseorang mengalami diabetes. Berikut beberapa gejala umum yang sering dialami oleh seseorang yang mengalami diabetes.
  • Sering buang air kecil terutama saat malam hari.
  • Mulut terasa kering.
  • Sering kehausan.
  • Sering kelelahan.
  • Merasa pusing atau sakit kepala.
  • Merasa gatal dan infeksi pada daerah vagina (wanita) atau penis (laki – laki).
  • Penglihatan terasa kabur.
  • Terjadi infeksi pada kulit.

Osteoartritis

Lemak yang tertimbun dalam tubuh akibat obesitas, maka menyebabkan beban tubuh semakin berat dan bertambah. Hal ini akan mengakibatkan cairan sendi menjadi berkurang lebih cepat dan akhirnya bagian – bagian tulang akan salong bergesekan dan adanya rasa nyeri. Tidak jarang juga, tulang rawan sendi pun akan terjadi robekan. Walaupun sistem tubuh bisa memperbaikinya, jika hal ini dibiarkan makan akan terjadi peradangan sendi (Osteoartritis).

Stroke

Penderita obesitas yang cenderung mengalami penyakit hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes, akan memicu terjadinya stroke. Berikut beberapa gejala umum yang sering dialami oleh seseorang yang mengalami stroke.
  • Fungsi motorik pada satu sisi tubuh melemah
  • Penglihatan menjadi kabur
  • Mengalami sakit kepala secara tiba – tiba
  • Merasa mual dan muntah
  • Merasa bingung mendadak hingga kesulitan untuk berbicara dan mengerti
  • Kesulitan dalam berjalan secara tiba – tiba
  • Pingsan mendadak

Gangguan kesuburan

Kesuburan seorang wanita bisa terganggu akibat obesitas. Dampaknya seperti ovarium yang memproduksi sel telur tidak memungkinkan wanita untuk hamil. Meskipun terjadi pembuahan, akan tetapi janin akan sulit berkembang secara normal dan mengakibatkan keguguran terjadi. Ketidakseimbangan hormon yang diakibatkan obesitas juga membuat jadwal menstruasi menjadi tidak teratur.

Depresi

Kurangya rasa percaya diri atau minder akibat kegemukan bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti depresi. Penderita obesitas pun tak jarang menjadi lebih sensitif dan mudah marah sehingga menjadi stress.

Tips menurunkan berat badan

Jika Anda mengalami kegemukan, berikut beberapa alternatif yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan berat badan.

Percaya diri

Untuk mengembangkan motivasi dan langkah yang harus diambil untuk melakukan penurunan berat badan, percaya diri solusinya. Dengan rasa percaya diri, maka Anda akan memiliki tekad yang kuat untuk menjalankan gaya hidup sehat agar berhasil menurunkan berat badan. Yakinkan pada diri Anda sendiri bahwa Anda pasti bisa melakukannya.

Olahraga rutin

Dengan meningkatkan porsi aktivitas fisik seperti olahraga, itu merupakan langkah penting untuk menurunkan berat badan. Cara yang paling sederhana yaitu, olahraga rutin setiap hari selama 30 menit. Olahraga yang dilakukan pun tidak harus olahraga berat. Anda bisa melakukan olahraga seperti jalan – jalan dan lari – lari kecil. Tidak hanya bisa menurunkan berat badan, hal itu juga bisa membuat badan Anda terasa lebih segar, bugar, dan bersemangat.

Mengurangi porsi makan

Salah satu masalah kegemukan yaitu energi yang dikeluarkan tubuh lebih sedikit ketimbang energi yang diperoleh, yang pada akhirnya sisa energi dalam tubuh akan disimpan kembali dalam bentuk lemak. Jika hal itu terjadi, hal perlu dilakukan ialah mengurangi porsi makan. 

Jangan sampai Anda melakukan penurunan berat badan dengan tidak makan sama sekali. Hal ini sangat tidak baik untuk tubuh dan kesehatan. Apalagi saat Anda diberi kesempatan sedikit saja untuk makan, maka hormon untuk makan pun akan meningkat akibat kelaparan. Hal yang baik dilakukan ialah mengurangi makan, bukan malah meniadakannya.

Hindari makanan berminyak dan minuman bersoda

Makanan yang berminyak bisa berpotensi untuk menyimpan lemak, sedangkan minuman yang bersoda juga berpotensi untuk menyimpan lemak karena kandungan gula pada minuman bersoda mudah sekali untuk menjadi glukosa dan terserap oleh tubuh. Walaupun glukosa dibutuhkan tubuh sebagai energi, namun hanya beberapa saja glukosa yang digunakan untuk tubuh. Sisanya akan disimpan menjadi lemak di tubuh.

Itulah beberapa infomasi mengenai pejabat Kementerian Kesehatan yang tidak boleh gemuk, bahaya kegemukan, dan tips menurunkan berat badan. Semoga bermanfaat dan sehat selalu.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel