Inilah 3 Sayuran yang Bisa Buat Tubuh Jadi Gemuk

Girls, kamu pasti sering mendengarkan bahwa sayuran identik dengan makanan yang sehat dan merupakan makanan yang sering di konsumsi para pelaku diet, mulai dari diet paleo hingga diet food combining. Karena sayuran dipercaya memiliki kandungan kaya serat dan vitamin yang tinggi, sayuran juga dijadikan menu andalan makanan bernutrisi seimbang. Well, sayuran memang sangat baik di konsumsi ketika sedang melakukan program diet. 

Namun perlu diketahui, tidak semua sayuran bisa di konsumsi untuk diet, ada beberapa sayuran yang justru akan membuat tubuh jadi gemuk lho. Tidak semua sayuran mempunyai kandungan nutrisi yang sama banyak, bahkan ada beberapa jenis sayuran bila sering di konsumsi bisa meningkatkan berat badan. Ini telah dibuktikan oleh sebuah penelitian yang di pimpin oleh Eric Rimm yang merupakan seorang profesor epidemiologi dan nutrisi, penelitian ini telah di lakukan selama kurang lebih 20 tahun, dengan melibatkan sekitar 130 ribu partisipan dewasa. 

Tim Profesor Eric telah meneliti secara detail bagaimana menu makanan mereka sehari – hari selama seminggu dan berapa berat badan mereka selama dalam penelitian, kemudian hasilnya nanti akan menunjukkan data yang akurat mengenai hubungan antara diet harian dengan berat badan masing – masing. Dari penelitian ini nanti akan terbukti makanan apa saja yang bisa membuat mereka kesulitan untuk menjaga berat badan mereka. 

Ternyata sayuran yang mengandung tepung menjadi salah satu biang keladi sulitnya seorang mengontrol berat badan, sehingga ini akan lebih mudah membuat kamu gemuk Girls. Sayuran bertepung atau starchy vegetables itu lebih banyak mengandung kalori dan juga indeks glikemik (IG) yang lebih tinggi, sehingga bisa membuat gula darah naik dengan mudah dan sayuran ini juga akan membuat kamu merasa cepat lapar. 

Sayuran Yang Harus Dihindari Agar Tidak Cepat Lapar

1. Kentang 


Kentang

Kentang merupakan salah satu sumber karbohidrat selain nasi, sehingga banyak yang menfaatkannya sebagai makanan pengganti nasi untuk mereka yang sedang diet. Kentang sudah tidak asing lagi dilidah kita, selain rasanya yang enak sayuran ini juga bisa diolah menjadi apa saja. Kamu bisa mengombinasikan sayuran ini dengan berbagai jenis makanan lainnya yang membuat kentang menjadi salah satu menu pilihan saat sedang menjalani diet. 

Diluar sana banyak orang yang memanfaatkan kentang untuk diet menurunkan berat badan, tapi kenyataannya sayuran ini malah bisa membuat tubuh kamu gemuk, karena kentang merupakan salah satu makanan yang lezat dan banyak mengandung nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Di dalam kentang terkandung kalium yang bahkan lebih tinggi dari buah pisang, vitamin C, vitamin B6, zat besi, kalsium dan masih banyak lagi. 

Sehingga tidak salah jika banyak orang memanfaatkan sayuran ini untuk diet, karena kentang dapat memberikan kepuasan yang tinggi setelah memakannya, sehinnga bisa membuat perut kenyang lebih lama dan kentang yang mengandung serat terpercaya dapat melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. 

Namun kamu harus ingat kalau kentang mempunyai indeks glikemik (IG) yang tinggi, jadi meskipun kentang mengandung banyak nutrisi tapi  indeks glikemik (IG) yang tinggi membuat karbohidrat yang terkandung dalam kentang terpecah menjadi gula dengan cepat dan membuat gula darah kamu akan naik lebih cepat. Hal ini tentu akan membawa dampak buruk untuk kamu yang mempunyai diabetes, dan  juga dapat meningkatkan penyimpanan lemak dan risiko kegemukan (obesitas). 

Namun tidak semua makanan yang mempunyai indeks glikemik (IG) yang tinggi selalu berhubungan dengan diabetes dan kegemukan lho. Indeks glikemik (IG) tinggi yang terkandung dalam kentang dapat memengaruhi gula darah kamu itu tergantug dari banyak faktor seperti bagaimana cara memasak / mengolah kentang dan bagaimana cara kamu mengonsumsi kentang tersebut.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa kentang dikonsumsi untuk diet tergantung dari bagaimana cara mengolah dan mengonsumsinya. Jadi,  jika kamu mengolah kentang dengan cara digoreng dan mengonsumsinya dalam keadaan masih hangat, serta dibarengi dengan makanan yang tinggi lemak, maka ini akan membuat kamu mengalami kenaikan berat badan atau membuat tubuh jadi gemuk. 

Menurut para peneliti dari Harvard School of Public Healt, kentang merupakan penyebab tubuh semakin gemuk karena mengandung pati yang tinggi dan kadar air yang rendah. Untuk yang merasa tubuhnya terlalu kurus, bisa menjadikan ini sebagai salah satu cara menggemukkkan tubuh. Kentang sangat cocok untuk kamu yang ingin menambah berat badan, sayuran ini bisa menjadi solusi makanan penambah berat badan. Namun juga di sarankan tidak boleh mengkonsumsi sayuran ini secara berlebihan karena nanti justru dapat mengingkatkan kadar kolestrol kamu. 

2. Kacang Polong 
Kacang Polong

Kacang polong merupakan salah satu sayuran yang termasuk jenis kacang – kacangan yang bisa dikonsumsi. Selain rasanya yang sangat enak, sayuran ini juga bisa di campurkan dalam berbagai macam masakan. Sayuran ini sangat baik untuk kesehatan tubuh, karena memiliki kandungan yang kaya akan protein nabati. Kacang ercis atau kacang polong ini berasal dari Belanda, namun karena perkembangan jaman akhirnya sayuran ini tersebar di Indonesia. Jika di negara Belanda, sayuran ini diolah untuk dijadikan salad, tetapi di negara Indonesia sayuran ini diolah untuk di campurkan ke dalam masakan. 

Untuk kamu yang sedang diet, mengonsumsi kacang polong secara berlebihan justru akan menggagalkan program diet kamu. Sayuran ini mengandung zat aditif dan natrium yang menghambat penurunan badan, sehingga nantinya akan menaikkan berat badan kamu. Kandungan gizi lain yang berada dalam kacang polong yaitu protein nabati yang berasal dari setiap 100 gram kacang polong yang mengandung kurang lebih 8 gram protein, sehingga sayuran ini merupakan sumber protein nabati yang sangat baik untuk di konsumsi serta mengandung asam amino sampai 102. 

Kacang polong juga mengandung kaya akan serat, di dalam 100 gram kacang polong terdapat serat sebanyak 8,3 gram. Kandungan serat ini sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan serat harian sebanyak 33%, bahkan dari sebagaian besar serat merupakan serat larut  yang sangat baik untuk mengontrol gula darah dan kolestrol kamu. Selain itu juga terdapat Asam Folat yang berada di dalam kacang polong sebanyak 65 mcg atau sebesar 16% dari kebutuhan Asam Folat harian, apalagi untuk wanita yang sedang hamil Asam Folat ini sangat baik untuk di konsumsi. 

Bukan hanya itu saja, sayuran ini juga mengandung vitamin K yang berada di kacang polong sebanyak 5 mcg atau sebesar 6% dari kebutuhan vitamin K harian. Vitamin ini sangat berguna untuk pembekuan darah sehingga peredaraan darah di dalam tubuh akan lancar. Dan mangan sebanyak 0,4 mg atau sebesar 20% dari kebutuhan mangan harian yang dibutuhkan oleh tubuh bisa diperoleh dari 100 gram kacang polong. 

Sayuran ini juga mengandung senyawa oligosakarida yang merupakan molekul gula yang susah untuk dicerna sehingga membuat perut bekerja secara ekstra. Oleh karena itu kacang polong juga bisa membahayakan kesehatan jika di konsumsi secara berkala apalagi berlebihan. Namun bila di konsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh , kacang polong ini memberikan banyak manfaat untuk kesehatan yaitu menjaga kesehatan jantung, kandungan seperti sapion, flanol, fitonutrien, dan asam fenolat ini sangat baik untuk kesehatan jantung. 

Meringankan diabetes, kacang polong juga memiliki kandungan indeks glikemik (IG) yaitu kemampuan makanan yan berguna untuk mrenurunkan kadar gula yang ada di dalam darah sehingga mampu untuk mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2. Berkurangnya gejala penuan dini, vitamin C yang ada di dalam kacang polong ini bisa membantu untuk mengurangi adanya penuaan dini yang disebabkan oleh infeksi kuman dan mampu untuk membuang berbagai macam radikal bebas yang berada di tubuh. 

Zat anti oksidan seperti polifenol, flavonoid ini bisa untuk mencegah adanya kerutan di kulit. Untuk mencegah penyakit Kanker, kacang polong yang memiliki kandungan anti oksidan ini mampu untuk mencegah dan menghambat pertumbuhan sel penyakit kanker, kandungan Polifenol yang ada di dalamnya sangat ampuh mengurangi risiko terserang kanker lambung. Sayuran memiliki kandungan serat, lemak, dan protein yang tinggi, bila dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan kegemukan. 

3. Jagung 
Jagung

Jagung merupakan salah satu sayuran yang menjadi sumber kalori dalam tubuh. Sama seperti kentang, sayuran ini juga sering sekali menjadi makanan pokok penganti nasi. Di dalam sayuran ini mengandung fruktosa, menurut para ahli jagung ini merupakan salah satu sayuran yang harus di hindari untuk kamu yang sedang melakukan diet. Sayuran ini juga kaya akan karbohidrat dan zat gula, oleh karena itu mengonsumsi jagung akan membuat gemuk atau semakin menambah berat badan kamu. Mengonsumsi jagung secara berkala atau berlebihan juga dapat berakibat buruk untuk kesehatan kamu, yaitu bisa menyebabkan gangguan pencernaan dan perut kram.

Sayuran ini bisa manjadi salah satu solusi makanan untuk kamu yang merasa kurus dan ingin menambah berat badan kamu. Beberapa kandungan nutrisi yang terdapat di dalam jagung yaitu diantaranya kandungan kalori sebesar 125 kalori / 100 gram, jagung rebus dengan kalori sebesar 1/3 lebih rendah dari pada keripik jagung atau popcorn, ada juga kandungan protein sebesar 5 gram dan terdapat sedikit kandungan lemak. Sehingga jagung sebenarnya lebih sehat dan baik untuk di konsumsi, bahkan jauh lebih baik dari nasi. 

Menurut Sheela Krishawamy seorang konsultan peneliti diet dan kesehatan Bangalore menyatakan bahwa jagung mengandung karbohidrat yang sangat baik untuk tubuh yang membutuhkan sumbangan energi. Selain kandungan nutrisinya yang tinggi, sayuran ini kaya akan vitamin B1, vitamin C dan vitamin B5 yang mampu untuk membantu melawan penyakit dan meregenerasi sel baru di dalam tubuh. Tingginya serat juga sangat membantu dalam memperlancarkan pencernaan, sayuran ini baik untuk di konsumsi ntuk penderita diabetes karena bisa menjaga gula darah agar tetap stabil. 

Sayuran ini bisa menaikkan berat badan, jika kamu mengonsumsinya berlebihan. Dan mengolahnya dengan cara digoreng, secara otomatis mentega atau minyak yang digunakan untuk mengolah akan memberikan tambahan kandungan lemak dan kalori yang sudah ada di dalam jagung, inilah alasanya mengapa mengonsumsi jagung bisa menyebabkan kegemukan. 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel