9 Alasan Mengapa Anda Selalu Merasa Lapar

Apakah anda selalu merasa lapar sepanjang hari? Padahal anda merasa sudah makan sebelumnya. Ternyata rasa lapar itu biasanya timbul apabila perut anda sedang kosong dan tidak ada makanan di dalamnya. Sehingga rasa lapar ini secara langsung hadir  memberikan sinyal pada anda untuk segera makan atau mengisi perut anda. Terkadang perasaan bosan dan stres dapat menjadi penyebab dari keinginan-keinginan anda pada sesuatu yang terlihat. Tapi masih banyak alasan lain yang dapat membuat anda selalu merasa lapar. 

Alasan Mengapa Anda Selalu Merasa Lapar

Menurut Maggie Moon, RD, nutrisionis seorang pemilik Everyday Healthy Eating di Los Angeles, lapar merupakan kebutuhan fisiologis untuk kalori, air, dan garam yang dipicu oleh beragam faktor seperti diet, hormon nafsu makan maupun faktor emosional seperti stres. Pernyataan lain juga muncul dari Lisa Young, Ph.D seorang ahli gizi yang berasal dari New York City sekaligus seorang dosen nutrisi di New York University, menyatakan bahwa hal ini sangat wajar apabila anda selalu merasa lapar setiap tiga sampai empat jam sekali karena sampai saat ini tidak ada aturan yang berlaku mengenai kapan anda harus merasa lapar dan tidak. Namun jika anda merasa diri anda lebih sering lapar dari waktu tersebut. 

Berikut 9 Alasan Mengapa Anda Selalu Merasa Lapar Sepanjang Waktu

1. Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat olahan

Karbohidrat olahan yang berasal dari roti tawar putih, nasi putih, permen, kue, maupun segala makanan yang sepertinya mampu untuk memuaskan perut anda. Namun, semua makanan yang anda makan ini bisa meningkatkan gula darah dengan cepat. Sebenarnya makanan ini dapat dicerna dengan cepat oleh tubuh, hal ini yang membuat hormon insulin menanggapi glukosa yang tinggi dan membuat gula darah menjadi rendah dan akhirnya membuat anda merasa kelaparan. 

Selain itu gula darah yang rendah juga dapat membuat otak untuk memerintahkan anda terus memakan makanan yang dapat memberikan energi dengan cepat seperti halnya gula. Inilah alasannya mengapa anda sering merasa lapar dan terlalu banyak makan. Karbohidrat yang memiliki indeks glikemik (IG) yang tinggi akan mudah diserap oleh tubuh sehingga menjadi gula darah. 

Pada saat gula darah meningkat, setelah itu tubuh akan mengeluarkan hormon insulin untuk mengatur kadar gula darah agar tetap normal dan mendistribusikan ke semua sel – sel tubuh yang membutuhkan energi. Gula darah yang tinggi membuat hormon insulin yang dihasilkan juga akan lebih banyak. Jika hal ini sering terjadi, maka hormon insulin tidak bisa bekerja dengan baik dalam mengatur gula darah, ini yang nanti akan menganggu fungsinya. Sehingga sel – sel tidak akan mendapatkan makanan dan anda akan tetap merasa lapar. Jadi tidak heran jika tubuh anda selalu merasa lapar terus menerus. 

2. Kurang asupan protein, lemak, dan serat 

Lemak merupakan salah satu sumber komponen yang selalu di penuhi oleh tubuh dan bukan untuk dimusuhi. Selama anda memilih sumber lemak yang baik, maka lemak juga akan bermanfaat untuk tubuh. Protein merupakan sebuah kandungan  nutrisi yang paling mengenyangkan, oleh karena itu pilihlah sayuran yang banyak mengandung protein. Sedangkan kandungan serat dapat menstabilkan gula darah anda dan dapat mencegah anda agar tidak terlalu banyak makan. 

Dengan demikian tiga nutrisi ini bisa membantu anda meningkatkan rasa kenyang untuk waktu yang lebih lama. Protein juga mempunyai efek menekan nafsu makan, selain itu lemak tak jenuh juga dikaitkan dengan perasaan puas. Saat anda merasa puas dengan makanan yang anda makan, biasanya anda cenderung mendengarkan tanda lapar dengan baik dan tidak akan makan lagi sampai anda benar-benar merasa lapar. 

Makanan yang mengandung ketiga nutrisi ini biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dicerna, maka dari itu anda tidak akan merasa lapar dalam waktu dekat setelah anda makan. Seorang ahli gizi Lisa Young Ph.D menjelaskan anda harus mendapatkan setidaknya satu elemen dalam setiap makanan yang anda konsumsi, bahkan  dua atau lebih elemen jauh lebih baik. 

3. Melewatkan waktu makan

Melewatkan waktu makan

Jangan pernah anda berfikir untuk melewatkan waktu makan, jika anda melewatkan waktu ini mungkin saja bisa membahayakan anda. Karena saat anda melewatkan waktu makan, lambung anda akan kosong dalam waktu yang lama, lalu akan menghasilkan sedikit peningkatan hormon rasa lapar (ghrelin) yang justru akan meluapkan nafsu makan anda. Oleh karena itu, cobalah memberi jarak antara waktu makan anda tidak lebih dari 4-5 jam sekali. Jika anda merasa sulit untuk saparan, maka makanlah sesuatu satu jam setelah bangun tidur seperti susu kedelai atau yoghurt.  

4. Kurang banyak minum  

Pada saat anda merasa lapar, cobalah untuk anda meminum satu gelas air putih. Karena banyak kasus yang menyatakan bahwa rasa lapar sebenarnya hanya sekedar rasa haus saja. Jika dengan meminum segelas air ini tidak bisa melumpuhkan rasa lapar anda, maka hal ini merupakan pertanda bahwa anda memang benar – benat merasa lapar. Percaya atau tidak percaya memang terkadang rasa lapar itu muncul akibat tubuh anda kekurangan cairan.

Apabia ini terjadi, maka yang anda butuhkan hanyalah segelas air minum, usahakan untuk selalu mengonsumsi air mineral. Karena pada saat tubuh terhidrasi dengan baik dan tidak kekurangan cairan maka anda akan memiliki pengaturan nafsu makan dan berat badan yang baik. Sebuah penelitian yang berasal dari University of lllionois menemukan bahwa orang yang terpenuhi kebutuhan cairannya dalam sehari yaitu dengan mengonsumsi sekitar 200 kalori lebih rendah dibandingkan dengan orang yang mengalami dehidrasi. Hal ini tentu saja sangat baik untuk kesehatan karena asupannya terkontrol dan bisa terhindar dari segala penyakit degeneratif. 

5. Stres atau tertekan

Ketika anda merasa tertekan atau stres, maka anda akan berfikir dua kali lebih keras dari pada biasanya. Keadaan ini membut anda membutuhkan energi yang lebih banyak. Saat anda membutuhkan energi yang lebih, tubuh akan mengirimkan sinyal pada otak. Selain itu, pada saat anda mengalami stres otak akan mengurangi hormon serotin, berkurangnya hormon serotin ini membuat anda akan merasa lapar. 

Meskipun sebenarnya anda tidak  merasa lapar, hal ini menjadi salah satu alasan ketika stres banyak yang melampiaskan pada makanan dan ingin selalu makan sesuatu terus menerus. Tidak heran jika berat badan mudah sekali naik. Namun ada juga orang yang malah kehilangan nafsu makannya apabila sedang mengalami stres. Martin Binks, PhD, direktu riset kesehatan perilaku berkata, “Banyak orang yang menyadari pentingnya mengatasi emosi negatif dan mereka mendapatkan kenyamanan dari makanan”. 

Apabila kita berada di lingkungan di mana makanan dibuat untuk mengelola emosi, maka kita akan cenderung menjadi orang yang memuaskan diri melalui makanan saat stres. Kombinasi dari pemecahan masalah dengan mekanisme biologi ini menyebabkan mengapa ada orang yang otomatis mencari makanan untuk meredakan stresnya sementara ada orang yang mencari solusi yang lain. Menurut Anne Wolf seorang ahli gizi, apabila kita selalu merespon emosi dengan makanan, maka hal ini akan menjadi suatu kebiasaan. Semakin sering kita melakukannya, hal ini semakin menjadi pola dan kemudian menjadi suatu kebiasaan. 

6. Kurang cukup tidur

Jika anda merasa kurang cukup tidur, bisa jadi kemungkinan anda akan merasa kelaparan di siang hari. Karena orang yang kurang tidur, kontrol hormonal mereka tidak akan seimbang dan membuat mereka makan berlebihan. Ketika anda kurang tidur dapat merangsang peningkatan hormon ghrelin dan menurunkan hormon leptin. 
Kurang cukup tidur

Hormon ghrelin ini sangat berfungsi untuk mengatur nafsu makan, pada keadaan yang normal saat perut kosong, saraf perut akan mengirimkan sinyal ke otak supaya mengeluarkan hormon ghrelin, sehingga pada saat anda melihat makanan nafsu makan anda akan meningkat. Hormon leptin sendiri merupakan hormon yang bertanggung jawab atas rasa kenyang yang anda rasakan. 

Jika lambung sudah penuh dengan makanan, maka secara alami hormon ini akan dihasilkan dan hal ini akan membuat anda ingin segera berhenti makan. Namun saat anda kurang cukup tidur, hormon ghrelin yang tinggi mengakibatkan nafsu makan tidak terkontrol dan hormon leptin yang rendah mengakibatkan tidak munculnya rasa kenyang setelah makan.  Yang perlu anda ingat bahwa kebutuhan tidur untuk masing – masing individu berbeda – beda, namun normalnya tujuh sampai sembilan jam dalam sehari. Oleh karena itu mengelola waktu tidur dengan juga penting. 

7. Terlalu keras berolahraga

Tingkat aktivitas anda sangat berpengaruh besar terhadap perasaan lapar yang anda alami. Kareka di saat anda melakukan banyak aktivitas, maka anda juga membutuhkan asupan yang lebih banyak. Rasa lapar yang timbul setelah berolahraga sebenarnya bisa dipengaruhi oleh jenis latihan yang dilakukan. 

Penelitian menunjukkan bahwa semakin intensif latihan anda, maka semakin sedikit ghrelin (hormon lapar) yang diproduksi. Dengan kata lain, apabila anda memilih sesi latihan dengan intensitas rendah maka anda cenderung akan lebih cepat merasa lapar. Meskipun tidak bisa dipungkiri banyak juga orang yang sudah melakukan latihan intensitas tinggi tetap saja mereka mengasup banyak kalori setelah berolahraga. 

8. Mengonsumsi Obat-Obatan

Obat yang di konsumsi reguler sesuai dengan penyakit yang dialami, bisa membuat anda mudah merasa lapar. Obat anti depresan seperti halnya kortikosteroid (misalnya prednison) yang telah diserepkan untuk mengatasi masalah kesehatan anda. Menurut Rumsey, obat itu dapat mempengaruh nafsu makan. Jika anda mendapatkan jenis obat tersebut dan anda merasa lebih mudah lapar, bahkan setelah selesai makan, maka konsultasilah dengan dokter. Mungkin dokter akan menggantinya dengan obat lain. 

9. PMS

Ketika anda sedang mengalami Pre Menstrual Syndrome (PMS), tentunya siklus menstruasi ini memang memiliki peranan penting dalam rasa lapar yang anda alami. Biasanya anda akan terus menerus merasa mudah lapar dan makan tanpa alasan selama PMS. Hal ini tentunya tidak bisa dipungkiri, bahwa hormon seks berpengaruh terhadap nafsu makan anda. 

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hormon estrogem memegang peranan penting dalam mengatur nafsu makan dan metabolisme. Ketika menjelang menstruasi, kadar hormon estrogen menurun, hal inilah sebab mengapa anda mudah merasa lapar dan tiingin selalu mengonsumsi karbohidrat, gula, dan garam ketika masa PMS (Pre Menstrual Syndrome). 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel